>> erol, medan
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menyatakan siap terjun ke bisnis siaran TV menggunakan jaringan internet. Keseriusan dalam bisnis ini setelah munculnya aturan hukum yang lebih jelas mengenai Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (IPTV) yang dikeluarkan Menteri Komunikasi dan Informatika.
Hal ini dikemukakan General Manager Uner I Sumatra & GM RAM West Afriwandi dalam kata sambutannya pada acara buka puasa bersama Telkom-Telkomsel di Gedung Selecta Lantai 6, Senin (7/9).
Turut hadir dalam acara ini GM Regional Account Management West, Ericson Sibagariang, GM Sales & Customer Service Regional Sumbagut, Rukmono Cahyadi, GM RAM Sumbangut, Soni Dharmawan, Alustad DR KH Amiruddin MS serta para undangan.
Afriwandi mengungkapkan, rencana Telkom untuk terjun ke bisnis layanan IPTV bukan tanpa alasan. Telkom mengklaim telah memiliki infrastrukur yang mumpuni untuk dalam pengembangan IPTV.
"Infrastruktur Telkom sudah siap untuk menyelenggarakan akses triple play yakni sambungan suara, data broadband, dan multimedia termasuk TV internet. Saat ini Telkom sudah melakukan ujicoba IPTV di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Denpasar dengan hasil yang memuaskan.'' ungkap Afriwandi.
Bisnis ini, sebut Afriwandi, in-line dengan strategi dan tranformasi bisnis Telkom, terutama dalam kaitan menumbuhkan bisnis baru (grow new wave). "IPTV bisa menjadi wahana yang efektif untuk merevitalisasi bisnis fixed line yang sedang mengalami fase menurun (declining)," ucap Afriwandi.
Di samping itu, potensi bisnis IPTV cukup menjanjikan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dalam terkait hubungannya dengan media. "IPTV itu benar-benar akan mengakomodasi keinginan orang untuk memanfaatkan media melalui cara-cara yang sangat nyaman, praktis dan ekonomis, sehingga akan digandrungi orang," Afriwandi berkata.
Dikatakannya, upaya Telkom melakukan transformasi dari bisnis tradisionalnya ke bisnis berbasis TIME (Telecommunication, Information, Media, and Edutainment based services), dipandang oleh banyak kalangan sebagai langkah yang tepat dalam rangka menjaga kesinambungan daya saingnya.
Secara nyata, langkah-langkah strategis Telkom mulai menunjukkan hasil dengan tumbuhnya bisnis New Wave yang di Triwulan I 2009 mencapai 74,4% atau jauh melampaui pertumbuhan bisnis legacy (berbasis jaringan kabel) yang justru minus 6,2%.
Dari sisi keuangan, Telkom mulai membukukan hasil yang menggembirakan. Dibanding Triwulan I 2009, kinerja keuangan Telkom pada Triwulan II 2009 jauh lebih baik dan menyiratkan sinyal positif terkait dengan usaha manajemen perseroan dalam mengatasi imbas krisis ekonomi global maupun persaingan bisnis antaroperator telekomunikasi yang sangat ketat di tanah air.
Pendapatan operasi (operating revenues) tercatat Rp 15,97 triliun, atau tumbuh 8,6% dibanding pendapatan operasi Triwulan I 2009. Laba operasi (operating income) tercatat Rp 6,29 triliun atau tumbuh 18,9% dibanding pencapaian Triwulan I tahun yang sama. EBITDA (Earning Before Interests, Taxes, Depreciation, and Amortization) juga tumbuh 2,3% dari 58,3% pada Triwulan I 2009 menjadi 60,6% pada Triwulan II 2009.
Kinerja pertumbuhan pada indikator laba bersih (Net Income) adalah yang paling signifikan. Kalau pada Triwulan I 2009 Telkom hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 2,46 triliun, maka pada Triwulan II 2009 nilai laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai Rp 3,59 triliun, atau tumbuh 45,9%.
Sementara itu, kendati persaingan antaroperator berlangsung amat ketat, Telkom tetap mampu menjadi pemimpin pasar di semua lini bisnisnya (fixed wireline , fixed wireless , seluler, broadband , dan komunikasi data). Dari sisi operasional, kinerja Telkom terus tumbuh baik. Kecuali jumlah pelanggan wire line yang relatif stagnan (8,7 juta pelanggan), kinerja layanan Telkom yang lain sangat positif. Di samping 8,7 juta pelanggan telepon kabel, saat ini Telkom mengelola sekitar 13,5 juta pelanggan wireless (Flexi). Dengan demikian total jumlah pelanggan fixed lines mencapai lebih dari 22 juta.
Di segmen seluler, Telkom melalui anak perusahaannya Telkomsel memiliki tak kurang dari 78 juta pelanggan. Sedangkan pada segmen layanan broadband (Speedy), Telkom memiliki lebih dari 800 ribu pelanggan. ***