>>yoko, medan
Ketua Fraksi PPP, DPRD Sumut, H Fadly Nurzal SAg mengatakan, sebaiknya Departemen Pendidikaan Nasional melaksanakan putusan Mahkamah Agung untuk meniadakan Ujian Nasional (UN). Hal itu dipandang perlu agar tidak terjadi dualisme mekanisme pendidikan di tanah air.
"Sebaiknya Pemerintah laksanakan putusan MA terhadap koreksi dan evaluasi ujian Nasional (UN), agar tidak terjadi dualisme mekanisme pendidikan ditanah air," ujarnya.
Menurutnya tidak patut dunia pendidikan nasional terjadi seperti itu, terutama di saat pemerintah sedang gencar memperbaiki dunia pendidikan dengan memperbesar besaran anggaran pendidikan di APBN dan APBD.
"Kalau kita mau membandingkan dengan beberapa Negara dunia atau di Asia, seperti Korea, Thailand, Singapura, Malaysia daan Vietnam, ternyata recovery ekonomi mereka sangat cepat disaat terjadi krisis. Hal itu dikarenakan fundamental pendidikannya sangat bagus," ujar Fadly yang merupakan alumnus IAIN Sumut tersebut.
Seperti anda tahu, ujarnya melanjutkan, dulu Indonesia mengekspor tenaga guru dan dokter ke Malaysia, yang berarti tenaga guru kita diakui. Tetapi kini, kenyataannya fundamental ekonomi mereka sangat cepat. Itu dikarenakan regulasi dan kebijakan pemerintah mereka utuh, alias tidak multi tafsir.
"Bila kita ingin memajukan pendidikan, sebaiknya sisi pendidikan kita harus ada pola pengelolaan pendidikan yang berbasis pendidikan terapan. Bahkan kesejahteraan guru merupakan hal yang tak dapat ditawar-tawar lagi," ujar Fadly prihatin.
Fadly juga secara jelas mengisyaratkan, bahwa kesejahteraan nguru merupakan hal yang mndasar untuk diperhatikan. Sebab selama ini guru dituntut memberikan pendidikan yang berkualitas, walau juga guru dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, jangan pula dijadikan akronim berbuat suka-suka. Karenanya harus ketemu titik keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan guru.
"Sikap pemerintah harus segera melaksanakan putusan MA tersebut, dan jangan mentang-mentang. Sehingga sistem pendidikan kita jelas dan terukur output dan outcome-nya," jelas Fadly penuh harap. ***