
>> mad, Banda Aceh
Mesjid Baiturrahman yang merupakan simbol kebesaran masyarakat Aceh yang terletak di pusat kota Banda Aceh, kini kembali berdiri megah,setelah mengalami kerusakan akibat geganasan Tsunami yang melanda Banda Aceh 5 tahun silam pada tanggal 26 Desember 2004 lalu.
Menurut beberapa tokoh agama disekitar mesjid, bahwa Mesjid baiturrahman dibangun oleh arsitek Belanda,sedangkan peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Tengku Malikul Adil pada tahun 1879.
Adapupun batu marmer bangunan didatangkan dari Negara Belanda, sebagian bahan bangunan mesjid dari Negara Malaysia, besi jendela dari Belgia, batu pualam untuk lantai dan tangga dari Cina dan kayu dari birma.
"Kita tidak tahu jelas bulan didirikan bangunan Mesjid Baiturrahman, namun pada peletakan batu pertama disaksikan oleh pembesar Negara Belanda kala itu berada di Aceh,"ujar mereka.
Tapi menurut sejarah, Mesjid Baiturrahman sudah berdiri pada abad ke 13 sejak zaman kesultanan. Sedangkan nama Baiturrahman diberikan oleh Sutan Iskandar Muda. Mesjid itu sendiri merupakan pusat pengembangan agama Islam oleh para Sutan yang memerintah kala itu di tanah Aceh.
Sejarah tentang pendiri mesjid Baiturrahkan sempat menjadi polemik ditengah masyarakat Aceh akibat adanya dua versi tentang keberadaan mesjid Baiturrahman yang berdiri megah ditengah kota banda Aceh. Satu versi mengatakan pendirinya adalah Sultan Alauddin Johan Mahmud Syah yang membangun masjid ini pada abad ke 13, tapi satu versi mesjid berdir abad 17 oleh Sultan Iskandar Muda.
"Walaupun terjadinya dua versi yang berbeda tentang keberadaan Mesjid baiturrahman, namun hal itu hendaknya tidak dijadikan permasalahan masyarakat Aceh, namun kita bersyukur mesjid sudah kembali megah setelah rusak akibat Tsunami 5 tahun silam,"ujar Tengku Amin.***