Stop Pemutaran dan Peredaran Film Balibo

>> jams, medan
          Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Alex A Kawilarang meminta pemerintah mampu menstop pemutaran dan peredaran film Balibo, yang menceritakan situasi konflik tahun 1975 di Timor Timur. Sebab film tersebut sangat menyesatkan dan memojokkan pemerintah Indonesia .
Hal itu dikemukakan Alex A Kawilarang yang juga Pengurus PD II GM FKPPI Sumut kepada wartawan di Medan, Minggu. Dia mengemukakan itu menanggapi akan ditayangkannya pemutaran film Balibo di Indonesia.
"Janganlah sampai hubungan yang sudah sangat baik antara sesame Negara tetangga terganggu hanya karena film yang tidak jelas kebenarannya itu. Sebab kita khawatir, jika film ini beredar di masyarakat Indonesia , maka akan menimbulkan kembali hubungan tidak harmonis antar Negara," kata Alex.
Untuk itu, lanjut Alex, pemerintah harus secepatnya mengantisipasi jangan sampai beredarnya film Balibo di negara Indonesia . Sebab Alex menilai, informasi atau adegan yang ditayangkan dalam film tersebut mengandung unsur yang dapat membuat rakyat Indonesia kecewa dan marah.
"Sebab kita menilai isi film Balibo ini menyesatkan dan memojokkan pemerintah Indonesia . Jika film Balibo ini diputar dan beredar di Indonesia , maka kita sudah pasti akan membuat masyarakat kita akan tersinggung bahkan bisa marah," kata Alex.
Untuk itu, Alex mengimbau masyarakat, seniman, dan insan perfilman agar bersatu dan bersedia menomorsatukan kepentingan negara di atas segalanya. "Kreativitas memang tidak boleh dibunuh, tapi demi kepentingan negara, saya mengimbau untuk dinomorsatukan. Jangan negara dikorbankan untuk kepentingan lain," katanya.
Alex juga berpendapat, pada dasarnya ada banyak film yang tidak lulus sensor LSF. Namun, Balibo menjadi salah satu yang paling dipersoalkan karena sarat muatan politis.
Disebutkan, Balibo merupakan film tentang terbunuhnya lima wartawan asal Australia yang meliput di Balibo, Timor Timur (kini Timor Leste). Tewasnya kelima wartawan menjadi persoalan karena dua pihak, baik RI maupun Timor Leste, saling tuduh telah menjadi pelaku pembunuhan kelima wartawan.
Namun, dalam film Balibo jelas-jelas diperlihatkan bahwa kelima wartawan dibunuh oleh pihak RI."Untuk itu, sekali lagi saya meminta kepada pemerintah khususnya pihak terkait, agar jangan memberikan izin peredaran dan pemutaran film Balibo di Indonesia," tegas Alex. ***