>>luqman, langkat
Pasca terjadinya insiden runtuhnya atap gedung Juang 45 Tanjungpura atau yang lebih dikenal Gedung Nasional yang menimpa puluhan orang saat pertunjukan Festival Lagu daerah ke-V dan Pameran Budaya Daerah se Kabupaten Langkat 2009, membuat trauma bagi para korbannya.
Ketika ditemui di RSU Tanjungpura, Selasa (29/12), sebanyak 22 korban yang sebagian besar kaum ibu masih tampak terbaring lesu dengan infus ditangan di beberapa ruangan di RSU Tanjung Pura, salah satunya di Ruang Anggrek.
Di ruangan ini, terdapat 3 pasien korban runtuhnya bangunan Gedung Juang, salah satunya ibu Niar (36) warga Tanjung Pura yang saat kejadian berada di dalam gedung bersama dua anaknya A Siregar (2) dan Fera Siregar (9).
Lebih, lanjut dikatakan ketiga pasien tersebut pada wartawan IMBC, Niar mengaku tertimpa runtuhan genteng di bagian kepala kanannya hingga dia mengalami pusing dan tak dapat menggerakan badannya dari tempat tidur rumah sakit. Bahkan dia mengaku trauma melihat bangunan bertingkat setelah mengalami peristiwa mengejutkan tersebut.
"Kepala saya kena genteng, rasanya pusing sekali, saya tidak mau lagi masuk rumah bertingkat seperti gedung itu, trauma saya melihatnya, karena kedua anak saya juga ikut tertimpa,"bilang ibu dua anak ini terpatah-patah. Saat ini, dirinya berusaha untuk bangkit dari tempat tidur agar bisa bertemu dengan kedua anaknya yang berada di ruang Melati I RS Tanjung Pura yang juga mengalami luka ringan di bagian kepala mereka. "Saya mau ketemu dengan anak saya, tapi belum bisa bangun,"keluhnya.
Meski tampak gusar ingin bertemu dengan sang anak, namun Niar tak perlu lagi memikirkan biaya pengobatan atas dirinya dan kedua anaknya selama menjalani masa pengobatan di rumah sakit tersebut. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Langkat, telah menggeratiskan segala bentuk biaya pengobatan bagi para korban yang dirawat di RSU Tanjung Pura.
Hal ini disampaikan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu saat menjenguk pasien di RSU Tanjung Pura, Selasa (29/12). "Saya bersama sejumlah pejabat menjenguk bapak, ibu dan keluarga korban untuk menyatakan keprihatinan sekaligus menyatakan kesiapan Pemkab untuk membantu proses penyembuhan secara keseluruhan dan mengratiskan biaya pengobatan selama berada di rumah sakit ini", ujar Ngogesa.
Pada kesempatan itu pula, Ngogesa mengaku sudah memerintahkan Camat Tanjung Pura untuk mendata seluruh korban, baik yang berada di rumah sakit atau yang berada di rumah mereka masing-masing. Agar pengobatannya dilakukan di RSU Tanjung Pura tanpa dipungut biaya.
"Semuanya kita bebaskan biaya pengobatan, jadi bagi korban yang sudah berada di rumah, akan kita data kembali untuk diberikan biaya pengobatan gratis jika berobat di RSU Tanjung Pura," tegas Ngogesa. ***