Runtuhnya Gedung Nasional 45 Tanjung Pura

Diduga Akibat Kelalaian Manusia

Runtuhnya Gedung Nasional 45 Tanjung Pura
runtuh1.jpg

>>luqman, langkat
   Pasca runtuhnya atap Gedung Nasional Tanjung Pura yang terletak di Jalan Merdeka 1, Tanjung Pura hingga mengakibatkan puluhan orang terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan, Senin (28/12) malam sekira pukul 20.45 Wib diduga akibat kelalaian manusia.
   Menurut keterangan yang berhasil dihimpun wartawan IMBC ini dari sejumlah warga di sekitar gedung, Selasa (29/12) menyebutkan, bahwa gedung yang menjadi aikon perjuangan warga Tanjung Pura di zaman kolonial Belanda tersebut, masih dalam tahap renovasi.
  Namun, pengurus gedung tetap menyewakan bangunan tersebut kepada panitia pagelaran Festival Lagu Daerah Ke-V dan Pameran Budaya Daerah se Kabupaten Langkat 2009 kepada panitia pelaksana.    

  "Setahu saya gedung itu disewakan seharga Rp250 ribu per hari oleh panitia kepada pengelola gedung,"bilang warga yang masih tampak ramai memadati gedung Juang 45 tersebut.
   Masih menurut sejumlah warga, gedung berlantai dua tersebut, saat ini tentunya tidak layak pakai, karena di lantai atasnya tengah dilakukan rehab ringan. "Di lantai dua itu sedang dilakukan rehab ringan, kabarnya untuk membuat ruang perpustakaan,"bilang warga tadi yang minta namanya tak disebutkan.
   Namun anehnya, pihak pengelola gedung yang bernaung di bawah badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ini tetap menyewakan bangunan tersebut. "Yang jadi pertanyaan, mengapa pihak aset daerah menyewakan gedung tersebut disaat dilakukan renovasi?,"tanyanya.
Menyikapi hal tersebut, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Langkat, Herdianul Zali ketika dikonfirmasi enggan berkomentar terkait robohnya bangunan Juang tersebut. Padahal, pihaknya selalu mengeluarkan anggaran rehab bangunan untuk gedung tersebut pertahunnya. "Soal itu saya kurang tahu,"kilahnya berlalu.
Kaban BPKAD Langkat M Taufik ketika ditemui diruang kerjanya tak berada ditempat, ketika dikonfirmasi via selulernya, kedua nomor handphon mantan Kabag Keuangan tersebut tidak aktif.
Sementara Bupati Langkat Ngogesa Sitepu ketika dikonfirmasi usaikunjungannya ke RSU Tanjung Pura mengaku, pihaknya akan membentuk tim pencari fakta guna menyelidki robohnya atap bangunan Nasional tersebut.
   "Tentu akan kita selidiki, untuk itu saya akan bentuk tim khusus pencari fakta guna mencari tahu penyebab robohnya atap gedung tersebut, tapi saat ini kita masih fokus pada pengobatan para korban,"janji Ngogesa.
   Hal senada juga diungkapkan Kapolres Langkat AKBP Mardioyo saat melakukan temu pers di ruang Kamtibmas Polres Langkat. Dia mengatakan, saat ini Polres Langkat masih menunggu hasil peemeriksaan dari Polsek Tanjung Pura.
   "Kita masih menunggu hasil pemeriksaan di Polsek Tanjung Pura, meskipun begitu kita tetap akan bentuk tim investigative untuk mencari penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Untuk sementara motifnya murni kecelakaan, karena kondisi gedung yang sudah dimakan usia, "kata Mardiyono.
   Terkait adanya kelalaian manusia pada peristiwa tersebut, Kapolres mengaku akan menyelidiki hal tersebut. "Kita akan selidiki,"tegasnya singkat. ***