>> imbc, medan
DPRD Sumut mendukung sepenuhya upaya percepatan Bank Sumut menjadi bank devisa, sehingga menjadi bank berskala internasional dan mampu bersaing di kawasan pasar perdagangan bebas ASEAN (Asean Free Trade Area (AFTA).
"Kita harapkan tahun 2010, Bank Sumut sudah siap menjadi bank devisa yang berskala pasar internasional," kata anggota Komisi C DPRD Sumut, Hj Meilizar Latief SE, MM kepada pers di ruang dewan, Senin (4/12).
Menurut anggota dewan dari Fraksi Demokrat ini, selama ini Bank Sumut terkesan sebagai bank domestik atau pribumi dan belum berorientasi ke arah bank devisa, karena belum memperoleh izin dari Bank Indonesia.
Kini, bank yang dulu bernama Bank Pembangunan Daerah Sumu (BPDSU), jelas Meilizar, tumbuh dengan pesat seiring membaiknya perekonomian rakyat, dan tingginya minat masyarakat untuk bertransaksi di bank milik pemerintah propinsi itu. Selain itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank yang kini dipimpin Gus Irawan itu cukup tinggi.
Sehingga, sejalan dengan tingginya persaingan antarbank, baik lokal maupun nasional, Bank Sumut perlu disiapkan untuk go internasional, yakni perlu berkompetisi melakukan ekspansi jasa di pasar international market.
Menurut Meilizar, dilihat dari fee based income, orientasi ekspansi ke sektor devisa cukup signifikan, di antaranya intensitas ekspor-impor, valuta asing dan pembukaan letter of credit serta travel cheue yang relatif tinggi. Dari sektor fee saja, Meilizar optimis, pendapatan Bank Sumut terdongkrak naik, mengingat tahun 2010, pemerintah tetap memprioritaskan sektor perdagangan luar negeri dalam rangka meraih devisa sebanyak-banyaknya.
Menghadapi 'predikat' bank devisa, Meilizar melakukan berbagai langkah komprehensif.
"Di antaranya perlu menggalang semua korporasi (perusahaan) berskala besar menjadi nasabah dan mempertajam priority banking," kata anggota dewan yang sudah 18 tahun bertugas di Bank Facific Medan ini. Kemudian, bank perlu memberikan neraca yang dipublikasikan, yang merupakan salahsatu asas transparansi dan akuntabel.
Bahasa
Untuk pembenahan ke dalam, Bank Sumut dinilai perlu menyiapkan Sumber Daya Manusia, terutama yang berpengalaman di sektor devisa. "Sektor ini memerlukan SDM yang kompeten di bidang bahasa sebagai salahsatu media komunikasi komunikatif," katanya.
Dalam kaitan ini, sebut Meilizar, bank dipandang perlu menerapkan media swift (society, world wide, international, financial and tranfser) yang merupakan prasyarat penting, sejalan dengan telah terbukanya kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) tahun 2010. Salah satu media komponen itu adalah bahasa.
Menyinggung tentang kunjungan komisi C yang dipimpin Arifin Nainggolan ke Kalimantan Timur bulan ini bersama Bank Sumut, Meilizar menyebutkan, kunjungan kerja itu merupakan studi banding untuk menggali informasi sebanyak dan seluas mungkin tentang tahapan bank di sana yang sudah lebih dulu memperoleh predikat bank devisa.
"Kita berharap kunjungan itu semakin mempercepat terealisasinya Bank Sumut menjadi bank devisa, dalam rangka mewujudkan good governance," pungkas Meilizar. ***