
>> imbc, medan
Tokoh pendidik dan putera daerah Labuhanbatu, DR Amarullah Nasution MBA Al Hajj, akan turut meramaikan bursa Bakal Calon (Balon) Bupati Labuhanbatu menyongsong Pilkada di kabupaten itu yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Tentunya, kata Amarullah yang juga anggota DPRD Sumut, dia siap jika memang Partai Demokrat memberikan "kenderaan" baginya untuk menjadi calon.
Tentu saja jika partai mendukung, karena saya kan kader partai Demokrat ya harus pakai kenderaan partailah," sebutnya menjawab wartawan, Jumat di Medan.
Kesiapan Amarullah, sebutnya juga karena banyak mendapat dukungan dari para kader partai Demokrat di wilayah Labuhanbatu, tokoh masyarakat dan ulama, serta kalangan pendidik dan masyarakat arus bawah lainnya. Selain itu Amarullah yang merupakan pemilik universitas di Kota Rantauprapat serta pemilik pesantren Modern Darul Falagh di Langgapayung, dikenal sebagai tokoh pendidik yang pastinya akan mampu lebih memajukan pendidikan masyarakat.
Namun, pria kelahiran 29 Juli 1943 ini juga mengedepankan visi lainnya, ingin membangun Labuhanbatu dengan mengambil semboyan "Pantai Tabina Nagori Tanama" (Pantai dibina, negeri jadi ternama). Hal itu kata Amarullah karena Labuhanbatu memiliki satu potensi pantai yang jika dibangun satu pelabuhan akan mempu mengangkat potensi yang ada di Labuhanbatu. "Kita tahu kabupaten ini punya potensi besar di bidang perkebunan seperti kelapa sawit dan karet. Namun untuk persoalan angkutannya cenderung terkendala dengan biaya yang mahal, karena untuk mengangkut hasil bumi Labuhanbatu kedaerah lain atau ke mancanegara harus melalui Pelabuhan Belawan Medan," papar alumni Georgia Universiti Atlanta Amerika Serikat ini.
Amarullah yang ketika itu didampingi Kader Partai Demokrat Nurhasanah S Sos, menyampaikan jika kabupaten ini membangun pelabuhan sendiri, tentunya akan mampu menghemat biaya angkut yang hasilnya juga untuk pembangunan daerah itu di segala sektor, termasuk pendidikan dan perekonomian.
Wakil rakyat yang juga berasal dari Daerah Pemilihan (dapem) Labuhanbatu itumenyebutkkan bahwa potensi Kabupaten Labuhanbatu cukup besar namun belum sepenuhnya tergali Selain itu pengalamannya yang sudah puluhan tahun berorganisasi dan berpartai, dipastikan akan mampu memberikan hasil maksimal sesuai harapan partai yang menjadi kenderaannya saat Pilkada. Seperti disebutkan warga Jalan Dwi Sartika Rantauprapat ini, dia mulai mengikuti oreganisasi sejak 1960an yang tergabung dalam Gerakan Mahasiwa Nasional indonesia (GMNI). ***