>>imbc, medan
DPRD Sumatera Utara melalui Komisi D menegaskan, dalam mewujudkan pembangunan Jalan Tol di Sumatera Utara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) perlu meniru semangat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
"Artinya, dalam mewujudkan pembangunan Jalan Tol tidak perlu di atas kertas, tapi harus dituangkan dan diimplementasikan dengan menggandeng PT Jasa Marga yang telah berpengalaman dibidang pembangunan Jalan Tol," kata Ketua Komisi D DPRD Sumut H Ajib Shah, ketika dihubungi wartawan, Rabu (20/1).
Ajib yang sedang berada di Provinsi Jateng bersama rombongan Komisi D DPRD Sumut dalam rangka kunjungan kerja meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo menyampaikan, dari hasil kunjungan kerja Komisi D DPRD Sumut ke Provinsi Jateng, pihaknya terkesan dengan Pemprov Jateng dalam membangun infrastruktur jalan tol dan melakukan pemeliharaan jalan.
Pemprov Jateng, sebut Ajib Shah, sudah menggunakan metode Cold Miling dan Recycling dalam memelihara jalan serta menggunakan Rigid Favement untuk mengatasi kerusakan jalan akibat beban sangat berat maupun banjir.
Diungkapkan Ajib, selama ini Sumut hanya terus berencana membangun Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi atau pengembangan Jalan Tol Tanjung Morawa-Lubuk Pakam-Tebing Tinggi dan pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai.
Tapi, kata Ajib Shah, hingga kini pembangunan maupun pengembangan jalan tol tersebut belum terlaksana dan kita berharap apa yang dilakukan Pemprov Jateng dapat ditiru Pemprovsu.
"Komisi D DPRD Sumut yakin akan banyak kalangan perbankan berminat mendukung pembiayaan pembangunan jalan tol ini, seperti yang dialami Pemprov Jateng. Dan diyakini masyarakat mendukung ini, seperti halnya juga masyarakat Jateng dalam pembebasan tanah yang gantiruginya ditetapkan tim independent," ujar Ajib Shah.
Disebutkan Ajib Shah, rombongan Komisi D DPRD Sumut ke Pemprov Jateng terdiri dari Wakil Ketua DPRD Sumut selaku Koordinator Komisi D HM Affan, Wakil Ketua Komisi D Tagor P Simangunsong, Sekretaris Komisi D John Hugo Silalahi dan Anggota Komisi D Mustofawiyah, Jamaluddin Hasibuan, Tunggul Siagian, M Yusuf Siregar, Biller Pasaribu, Analisman Zalukhu, Andi Arba, Maratua Siregar, Zulkarnain, Abul Hasan Maturidi, Tonies Sianturi, Hamamisul Bahsan, Restu Kurniawan Sarumaha, Iman B Nasution serta Kadis Bina Marga Provsu Umar Zunaidi Hasibuan.
Pada kesempatan itu, Analisman Zalukhu dan Maratua Siregar menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo sepanjang 75,60 km merupakan inisiatif Pemprov Jateng dan pelaksanaannya di lapangan tahap I telah berjalan 30,37 persen antara Semarang-Unggaran.
Pelaksanaan pekerjaan tersebut, kata Analisman dan Maratua Siregar, berdasarkan perusahaan patungan PT Prasarana Jateng dengan PT Jasa Marga yang membentuk perusahaan baru PT Trans Marga Jateng dengan komposisi 60 persen saham Jasa Marga dan 40 persen saham PT Prasarana Jateng.
"Kita cukup terkesan melihat proyek Jalan Tol Semarang-Solo yang ditargetkan 2013 sudah selesai seluruhnya dikerjakan. Sedangkan pendanaan pembangunan jalan tol tersebut dibiayai perbankan nasional secara total awalnya dianggarkan Rp6,7 triliun dan kini menjadi Rp9 triliun," ungkap Ajib Shah.
Untuk pemeliharaan Jalan Provinsi di Sumut, Ajib dan Analisman berharap Pemprovsu memfokuskan pemeliharaan jalan dengan menggunakan metode alat Cold Miling.
Tentunya, kata Ajib, peralatan Cold Miling harus dibeli melalui APBD Sumut yang harganya berkisar Rp3,8-Rp4 miliar per unit, seperti yang dilakukan Pemprov Jateng, sehingga pemeliharaan jalan dapat dilakukan dengan baik dan kualitas terjamin.
Sementara itu, Kadis Bina Marga Sumut Umar Zunaidi Hasibuan juga berharap, pemeliharaan Jalan Provinsi di Sumut ditargetkan tahun 2011 sudah menggunakan metode Cold Miling dan diharapkan peralatan Cold Miling dianggarkan di APBD Sumut dan tahun 2012 Sumut membangun jalan dengan konstruksi beton bertulang, karena ketahanan jalan dari beban berat dan banjir dapat dipertahankan.
"Kita berharap Komisi D DPRD Sumut dapat membantu agar alat Cold Miling diperjuangkan di P-APBD maupun APBD Sumut agar tahun 2011 Sumut sudah memiliki peralatan tersebut," kata Umar. ***