>> imbc, medan
DPRD Sumut melalui Komisi D minta PLN Kit (Pembangkit) Sumbagut memberi jaminan yang konkret kepada masyarakat, bahwa tahun 2010 Sumut tidak lagi terjadi pemadaman listrik.
Demikian salah satu point kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Sumut disampaikan ketua komisi H Ajib Shah saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Management PT PLN Kit-Sumbagut, Selasa (26/1) di gedung Dewan.
Dalam rapat dengar pendapat yang dihadiri segenap anggota komisi D, seperti sekretaris Jhon Hugo Silalahi, anggota Analisman Zalukhu SSos MSP, Maratus Siregar, Biller Pasaribu, Mustofawiyah Sitompul, Mamisul Bahsan, M Yusuf, Jamaluddin Hasibuan terungkap masih ada keragu-raguan dari Komisi D terhadap program PLN Kit-Sumbagut tentang tidak terjadinya lagi pemadaman listrik, sepanjang masih dilakukan jadual perbaikan kerusakan mesin atau overhaul.
Menurut Mustofawiyah, diperkirakan 77 persen mesin pembangkit berusia diatas 20 tahun merupakan ancaman terjadinya pemadaman yang tidak bisa dihindarkan. "Pihak PLN jangan muluk-muluk menyatakan pertengahan 2010 tidak ada lagi pemadaman, sementara kondisi mesin pembangkit masih seperti selama ini," ujarnya.
Padahal. Lanjut Analisman Zalukhu, pembangitan masih diharapkan bisa terbangun di Sumut. Kenyataannya, listrik saat ini bukan lagi jadi kebutuhan primer, tapi juga kebutuhan skunder, sehingga mengganggu dunia usaha. "Akibat kondisi riel sekarang ini, pemadaman terjadi dan overhoul jadi alasan klasik. Apalagi pola pemeliharaan refuler kurang tersosialisasi kepada masyarakat, membuat masyarakat marah," ujarnya.
Kondisi seperti ini, lanjut Tunggu dan Biller Pasaribu, sejak awal PLN salah urus, sehingga kualitasnya diragukan dari segi sdm. Akibat human error, masyarakat jadi korban akibat pemadaman. Kondisi riel ini terjadi dihampir semua kabupaten/kota merupakan keluhan masyarakat. "kalau manajemen seperti ini terus dibiarkan, pemadaman juga akan terus terjadi," ujar Biller.
Dalam hal ini, menurut Biller dan Jhon Hugo, harusnya ada terobosan dan inovasi baru untuk mengatasi mesin pembangkit yang sudah usia tua. Persoalan mesin tua ini harus segera dibawa ke Jakarta agar mendapat alokasi anggaran untuk merehabilitasinya. Kalau perlu diserahkan melalui tender internasional, ketimbang membiayai ovehoul mesin yang sudah tua.
Karena itu, Ajib Shah menyimpulkan, perlunya peningkatan sumber daya manusia diinternal pembangkit Sumbagut yang peka terhadap keluhan masyarakat akan pemadaman dan berharap pembangkitan harus sudah selesai sesuai jadual, sehingga September 2010 penyediaan dan kebutuhan pasokan energi listrik sudah mencukupi, sembari tanpa mengabaikan program listrik masuk desa dan menjadi perhatian serius.
Sementara GM PLN Kit-Sumabgut Munir sepertinya belum bisa menjamin tidak terjadinya pemadaman, meski pertengahan 2010 secara perencanaan PLN punya margin yang cukup bagus, tapi disisi lain banyak faktor yang tidak bisa diprediksi terjadinya pemadaman, diantaranya faktor eksternal yaitu cuaca buruk atau bencana alam lain.
Terhadap mesin-mesin tua, Munir menyatakan pihaknya terus melakukan rehabilitasi secara secara bertahap, tapi kalau cadangan pasokan energi sudah cukup, rehabilitasi mesin bisa dilakukan seluruhya, "Ini semua tinggal menunggu waktu," ujarnya. ***