imbc/pc
Studi yang dilakukan Dr. Masterton sebagaimana dimuat journal Alimentary pharmacology & therapeutics 2009, mengungkapkan penggunaan Omega 3 menjanjikan hasil yang cukup baik pada keadaan perlemakan hati yang bukan disebabkan karena minuman beralkohol.
Keadaan perlemakan hati yang bukan disebabkan alkohol atau Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) ini terjadi pada sekitar 10-35% populasi orang dewasa di dunia saat ini. Tidak ada konsensus pengobatan yang khusus untuk mengatasi keadaan NALFD.
Diketahui sebelumnya, bahwa asam lemak Omega-3 memiliki efek yang baik terhadap hiperlipidemia dan juga penyakit kardiovaskular . Karena itu penggunaan Omega 3 dapat dipertimbangkan juga sebagai salah satu alternatif pengobatan NAFLD ini.
Karenanya perlu suatu studi dengan tujuan mereview berdasarkan suatu basis penelitian utk penggunaan asam lemak omega-3 pada NAFLD terutama yang terkait dengan beragam literatur, khususnya pada studi penggunaan asam lemak ini di manusia.
Metode review studi menggunakan pencarian melalui Medline & PubMed untuk mengindetifikasi literatur-literatur yang terkait dengan omega-3, N-3 PUFA, eicosapentaenoic acid, docosahexaenoic acid terhadap non-alcoholic fatty liver disease atau NAFLD.
Sebagai hasil, diketahui asam lemak Omega-3 berperan penting sebagai regulator dari transkripsi gen hati dan juga penelitian pada hewan coba menunjukkan bahwa asam lemak ini mengurangi keadaan steatosis pada hati, meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi petanda dari radang atau inflamasi.
Penelitian lainnya pada subyek manusia secara umum menunjukkan kepastian untuk penemuan masalah ini, namun banyak juga yang belum sesuai dengan disain metode penelitian yang adekuat.
Kesimpulan studi yang dilakukan oleh Dr. Masterton, bahwa asam lemak Omega-3 menunjukkan suatu studi yang menjanjikan bagi keadaan NAFLD walaupun memang masih perlu dilakukan studi klinis kontrol lainnya secara randomisasi untuk memberikan hasil yang lebih signifikan. ***