
>> imbc, medan
Atlet balap sepeda Sumut tergabung dalam Asosiasi BMX Indonesia (ABI) menemui Komisi E DPRD Sumut, Senin (01/02). Para atlet yang diantaranya merupakan atlet nasional andalan Sumut mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana serta perhatian Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI).
"Kita sangat sesalkan, sama sekali tidak ada perhatian dari pihak Pengda ISSI Sumut terhadap kami, padahal ABI merupakan salah satu nomor dari cabang balap sepeda yang juga dipertandingkan di PON, namun kenapa keberadaan kami tak pernah dianggap," sesal Husaini Azhar Pane salah seorang penurus ABI di hadapan para anggota DPRD SU.
Selain Husaini, para pengurus ABI lainnya yang hadir yakni Ketua Reno Hendra Manurung, SekJen Bahrain SH MH dan mereka turut membawa serta seorang atlet pemula binaan ABI yang telah memiliki prestasi nasional, yakni Famri Tri Juni.
Seperti disebutkan Famri pernah mengikuti dua even Kejurnas seri I dan II di Jakarta dan Bandung. Pada even di jakarta 31 Mei 2009 dia menempati posisi pertama, sedangkan di Bandung november 2009 menempati posisi ke IV. "namun untuk dua seri itu dia meraih posisi tertinggi," cetus Husaini.
Namun, disesalkannya sama sekali tak ada perhatian pihak pemerintah, maupun pengda ISSI di bawah kepemimpinan H Subandi terhadap atlet tersebut. "Biaya kerangkatan atletpun kami berangkat sendiri," ujarnya.
Jangankan biaya keberangkatan, sarana dan prasaranapun selama ini tak pernah mereka dapatkan, sedangkan untuk latihan rutin mereka terpaksa harus menumpang di kawasan Kolam Sri Deli. Sedangkan lokasi latihan itu menurut para pengurus ABI tidak memiliki izin untuk dijadikan tempat latihan, sehingga sewaktu-waktu bisa saja ada larangan kepada mereka untuk tidak boleh lagi latihan dilokasi itu. Padahal, menurut mereka ada sekitar 700 an anggota yang akan dibina oleh ABI untuk mengharumkan daerah atau bahkan negara di kancah nasional maupun internasional.
"Jangan nanti ketika lahir prestasi Pengda ISSI menuding itu merupakan atlet binaannya, padahal membinapun enggan," cetus Husaini. Kondisi itu sangat disesalkan kalangan anggota Komisi E yang menerima para atlet. Bahkan beberapa di antara para wakil rakyat ini, seperti Hj Syafrida Fitrie, Nurhasanah dan Brilian Mocktar merupakan insan olahraga.
"Kita faham betul kondisi olahraga di Sumut ini, dan kita akan segera bicarakan ini dengan Pak Subandi selaku Ketua ISSI," kata Syafrida Fitrie yang pernah menjadi pengurus di cabang olahraga gulat ini.
Dia juga mengatakan sangat mendukung ABI yang dianggap turut menyosialisasikan gemar bersepeda di Sumut, terkait semboyan Medan bebas polusi. "Harusnya semua pihak juga turut mendukung termasuk Pengda ISSI, karena selain mencanangkan Sumut bebas polusi, ABI sekaligus telah turut membantu program KONI untuk meraih prestasi melalui cabang balap sepeda," kata Syafrida Fitri didampingi anggota dewan lainnya di antaranya Robert Nainggolan dan Siti Aminah.
Dia juga meminta agar pemerintah juga memperhatikan olahraga di Sumut, karena anggara yang didistribusikan untuk pembinaan olahraga saat ini sudah cukup besar. "Perhatian terhadap olahraga berarti, turut serta mendukung program Gubsu H Syamsul Arifin bagaimana rakyat tidak sakit, apalagi olahraga balap sepeda yang bebas polusi harus diberdayakan sesuai pencanangan global warning yang memang telah diterapkan pemerintah," tambah Syafrida. ***