Panwaslukada : Verifikasi KPU Medan Amburadul

>> imbc, medan
           Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Medan segera memanggil pasangan Bahdin-Kasim, Rudolf-Afifuddin dan Prof Arif-Suprtikno terkait adanya penggunaan KTP tanpa izin, (KTP Caplok) dan tandatangan palsu, untuk memenuhi dukungan sebagai Balon Walikota-Walikota Medan dari jalur independen.
"Laporan masyarakat sudah kita terima atas nama Bahauddin Pohan dimana KTP-nya digunakan oleh Balon Walikota/Wakil Walikota dari jalur independen tersebut sehingga dalam waktu dekat ini akan kita panggil pihak terlapor tersebut," kata Ketua Panwaslukada Kota Medan Muhammad Aswin MAP di Kantor Panwas Medan Jalan Brigjen Katamso, Selasa (9/2).
Aswin menjelaskan secara resmi pihaknya baru menerima pengaduan pada Senin (8/2) dari 11 anggota masyarakat dimana salah satunya yakni Bahauddin Pohan sudah melaporkan secara resmi penggunaan KTPnya tanpa izin itu ke Poltabes Medan. Laporan ini akan kita tindak lanjuti dengan memanggil pihak-pihak terlapor.
"Khusus untuk Bahauddin Pohan kita tinggal memberikan bukti lanjutan kepada Poltabes Medan sebab pelapor sudah mengadukan permasalahan ke Poltabes Medan dengan bukti lapor Nomor STBL/354/SPK/II/2010 Tabes Medan," tegas Aswin.

Verifikasi KPU Medan Amburadul
Sementara itu, Anggota Panwaslukada Kota Medan Drs.Robinson Simbolon menjelaskan verifikasi yang dilakukan oleh KPU Medan terhadap dukungan Balon independen sangat-sangat amburadul dan tidak diyakini kebenarannya, sebab verifikasi yang dilakukan diduga tidak dilaksanakan secara door to door (pintu ke pintu) seperti yang diisyaratkan dalam peraturan.
"Dari hitungan matematika bisa kita lihat betapa lemahnya verifikasi yang dilakukan KPU Medan dan jajarannya yakni PPS dan PPK karena verifikasi yang dilakukan terindikasi hanya sample atau sistim random, sehingga keakuratannya sangat-sangat diragukan," tandas Robin.
Dijelaskannya, Panwaslukada Medan sudah banyak menerima laporan dari masyarakat baik secara lisan dan tulisan dan dalam waktu dekat ini akan memanggil sejumlah pasangan balon independen tersebut. ***