Komisi E DPRD SU Kembali Jadualkan Panggil Disporasu

>>imbc, medan
    Komisi E DPRD Sumatera Utara kembali menjadualkan pemanggilan kepada instansi Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara.
Pasalnya komisi yang salah satunya membidangi pembinaan pemuda dan olahraga di daerah ini mengaku tidak puas dengan jawaban yang dipaparkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Parlautan Sibarani, pada pertemuan instansi tersebut dengan DPRD SU bulan lalu.
    "Kita sesalkan, pada pertemuan tempo hari, kepala dinas hanya memaparkan hal-hal yang berorientasi kepada proyek-proyek dan bukan program kerja tahun 2010 yang mencerminkan pembinaan pemuda," cetus anggota Komisi C Muslim Simbolon didampingi Zulkifli Husein kepada wartawan, Selasa (16/02).
    Pemaparan pihak Disporasu waktu itu, kata Muslim juga tidak memenuhi harapan Komisi E terkait realisasi APBD 2009. Sedangkan program-program Dispora 2010 juga tidak berorientasi kepada Sumber Daya Pemuda. Disporasu juga dianggap tidak mampu menunjukkan grand desain pembinaan pemuda.
Menurut wakil rakyat ini, pelaksanaan pembinaan pemuda perlu mendapatkan pembahasan serius, karena persoalan itu cukup kompleks dan terkait dengan pembangunan Sumut. Apalagi kata Muslim, Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE yang mantan ketua KNPI juga pasti sangat berharap kalangan pemuda bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah ini, tentunya dengan pembinaan dan perhatian khusus.
    "Jadi jangan program kepemudaan justru dibuat melempem oleh Pihak Dispora. Kita sebagai wakil rakyat juga tidak mau membuat gubernur malu," ujar Muslim.
Kolam Renang Selayang
   Pada kesempatan itu dua wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga mempertanyakan pembangunan Kolam Renang Selayang, yang dipaparkan Parlautan Sibarani senilai Rp5 miliar.
    Menurut keduanya, pembangunan/renovasi Kolam Renang Selayang yang nantinya akan menelan "uang rakyat" dari APBD Sumut senilai Rp5 M dianggap tidak rasional. "Nanti juga akan kita bahas apa urgensinya, bukankah selama ini kolam renang yang sudah ada cukup memadai. Apalagi angka Rp5 miliar itu bukan jumlah yang sedikit," cetus Muslim. ***