>> imbc, medan
Walau dikabarkan banyaknya berbagai penyakit yang menyerang budidaya udang. Namun hingga saat ini belum mempengaruhi nilai ekspor ke luar negeri. Hanya saja berpengaruh terhadap minimnya peminat (investor) yang ingin berinfestasi di bidang tersebut.
Demikian disampaikan Pelaksana tugas Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara, Zulkarnain, di edan, Selasa (16/2).
Menurut Zulkarnain, pihaknya mengakui jika banyak budiaya udang yang terserang penyakit saat ini. Namun hal itu belum mempengaruhi nalai ekspor udang di Sumut. Karena berbagai penyakit tersebut, telah dapat teratasi. Tapi karena jenis penyakit yang menyerang udang ini terus bermutasi, makanya setiap penyakit yang satu dapat teratasi akan timbul penyakit yang lain.
"Memang penyakitnya banyak, tapi biasanya dapat teratasi. Cuma ya dia terus bermutasi. Makanya sampai sekarang nilai ekspor udang di Sumut terus naik, penyakit belum mempengaruhi sekali," terangnya.
Untuk mengatasi berbagai penyakit udang tersebut, pihaknya juga telah mengupayakan beberapa antisipasi dan penangulangan. Diantaranya yaitu dengan mensosialisasikan pengunaan bibit unggul bebas virus (nusantara satu), tapu tetap juga ada beberapa tempat yang membudidayakan udang ini terdapat penyakit.
Selain itu, antisipasi lainnya dengan memperhatikan pakan yang diberikan, membuat standar operasional dalam mengelola budidaya udang yang aman, dan melakukan penyuluhan untuk budidaya yang berskala kecil dengan polikultur antara rumput laut dan udang. Sedangkan untuk yang bersekala besar, resikonya memang jauh lebih besar, makanya menjaga keseterilan lingkungan tempat budidaya udang secara ketat harus dilakukan sehingga lingkungan memang betul-betul seteril.
Ditambahkan Zulkarnain, maraknya penyakit udang ini salah selain disebabkan karena kondisii lingkungan yang tidak seteril dan limbah industri. Juga disebabkan karena adanya persaingan bisnis diantara pengusaha. Karena jika banyak udang yang dibudidayakan secara lokal mengandung penyakit, maka importir udang dapat dilakukan, dan ini menguntungkan pengusaha.
"Permainan pengusaha terhadap banyaknya penyakit udang ini kami akui memang mungkin ada, namun kami tetap terus melakukan upaya antisipasi," katanya.***