>>nida, medan
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Syahrial Harahap mempertanyakan kehadiran Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga dalam Rapat Komisi B dengan PTPN 3, Kamis (18/2) di aula gedung dewan.
Pasalnya, kehadiran Chaidir yang merupakan Koordinator Komisi C (Bidang Keuangan) dianggap tidak relevan dalam pertemuan Komisi B yang membidangi masalah Perekonomian. Jikapun harus menghadirkan pimpinan dewan, Koordinator Komisi B, Ir Kamaluddin Harahap lah yang semestinya hadir dalam pertemuan tersebut.
"Kehadiran Chaidir Ritonga dalam rapat Komisi B dengan Pihak PTPN 3 menurut saya tidak sesuai dengan job description nya sebagai Koordinator Komisi C," tutur Syahrial Harahap kepada wartawan, usai rapat dengan PTPN 3.
Syahrial yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini justru mempertanyakan alasan sebegitu pentingnya Chaidir menghadiri pertemuan tersebut, ketimbang mengikuti kunjungan kerja Komisi C yang merupakan bidang tugasnya ke Simalungun.
"Chaidir Ritonga bukan koordinator Komisi C. Dia juga tidak wajib hadir dalam rapat Komisi B. Apa urgensinya dia lebih memilih menghadiri pertemuan Komisi B, ketimbang ikut menghadiri kunjungan kerja Komisi C ke Simalungun," kata Sekretaris Fraksi PAN DPRD Sumut ini.
Dia menduga Chaidir Ritonga memiliki kepentingan pribadi sehingga merasa berkepentingan untuk menghadiri pertemuan Komisi B dengan PTPN 3 tersebut. Sementara itu Koordinator Komisi B DPRD Sumut, Ir Kamaluddin Harahap ketika dikonfirmasi wartawan seputar pertemuan yang dipimpin Chaidir Ritonga tersebut mengaku tidak tahu.
Kamaluddin yang juga Ketua DPW PAN Sumut ini mengaku saat pertemuan itu berlangsung dia sedang menghadiri suatu acara yang berkaitan dengan tugasnya sebagai wakil pimpinan dewan. "Saya rasa rapat tersebut tidak terlalu urgen sehingga saya harus hadir. Karena biasanya jika ada rapat gabungan baru saya wajib hadir," ujar Kamaluddin Harahap.
Namun Kamaluddin juga mempertanyakan kehadiran Chaidir Ritonga dalam rapat tersebut, karena Komisi B bukan merupakan bidang tugasnya.
"Kalau saya rasa ya kita menjalankan tugas sesuai job description aja," ujar Kamaluddin. Bahkan menurut Kamaluddin, pertemuan tersebut lebih baik dipercayakan kepada Ketua Komisi B saja.
VISI MISI
Sementara itu menanggapi keterangan Direktur Utama PTPN III Ir H Amri Siregar seputar visi dan misi PTPN 3, Syahrial Harahap menilai visi dan misi PTPN 3 tidak ada yang menyentuh pembangunan masyarakat Sumatera Utara baik dari segi infrastruktur maupun pembangunan masyarakat sekitarnya, yang berkaitan dengan visi dan misi gubernur.
Visi dan misi PTPN 3 lebih berorientasi pada mendatangkan investor demi kemajuan perusahaan. Bahkan, PTPN 3 lebih memilih KSO dengan perusahaan Malaysia untuk membangun PTPN I di Aceh, ketimbang bekerjasama dengan PTPN II yang sama-sama berada di Sumut.
"Seharusnya jika banyak hasil yang diperoleh dari Sumut, PTPN 3 juga memberikan imbal balik yang seimbang bagi masyarakat," ujar Shahrial Harahap. ***