62 tahun Hari Lahir Almarhum H Rizal Nurdin

Gubsu dan Keluarga Baca Al-Fatihah, Yassin dan Doa

62 tahun Hari Lahir Almarhum H Rizal Nurdin

>> imbc, medan
            Gubsu H Syamsul Arifin SE beserta keluarga membacakan Surah Al-Fatihah, Yassin dan Doa sehubungan 62 tahun hari kelahiran mantan Gubsu Almarhum H T Rizal Nurdin, kemarin di kediaman Hj Fadlah (ibunda H Syamsul Arifin) di Pangkalan Brandan, Langkat.
Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP mengemukakan hal itu kepada wartawan di Medan kemarin seraya menjelaskan kegiatan seperti ini rutin dilakukan keluarga H Syamsul Arifin sebagaimana keluarga mendoakan arwah ayahanda mereka, H Hasan Basri yang dikenal sebagai Hasan Perak mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT dan juga mendoakan kesehatan ibunda mereka, Hj Fadlah.
Gubsu mengimbau masyarakat Sumut, khususnya keluarga besar Pemprovsu, sehubungan hari lahir mantan Gubsu Almarhum H T Rizal Nurdin 21 Februari juga berkenan menyampaikan doa semoga arwah almarhum mendapat tempat dengan sebaik-baiknya di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Gubsu mengemukakan sangat pantas semua pihak menghargai jasa dan pengabdian almarhum yang selama menjabat Gubsu telah berhasil dengan sungguh-sungguh menegakkan tiga pilar pondasi pembangunan Sumut yang dinikmati masyarakat Sumut hingga saat ini yaitu mempertahankan kondisi kondusif, memperkokoh harmonisasi dan good governance.
Tiga pilar tersebut, menurut Gubsu, merupakan pondasi utama yang dilanjutkannya saat ini sehingga Sumut diharapkan akan semakin maju dan berkembang di atas tiga pilar tersebut.
Diakuinya, H T Rizal Nurdin telah mampu menumbuhkan dan menggalang sinergi serta partisipasi masyarakat dengan mengadaptasi pendekatan pembangunan dari pembangunan yang cenderung berorientasi fisik menuju pembangunan berorientasi sosial.
Selain itu semasa kepemimpinan beliau juga berupaya sungguh-sungguh mewujudkan keadilan, pemerataan dan peningkatan budaya, kedamaian serta pembangunan yang berpusat pada manusia dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat (public empowerment), agar dapat menjadi aktor pembangunan, sehingga dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, kemandirian dan etos kerja. Dengan kata lain fokus perhatian beliau adalah perkembangan manusia, kesejahteraan, keadilan dan berkelanjutan.
Kebijakan memfasilitasi tumbuhnya partisipasi politik rakyat Sumut, juga dilakukannya dengan meminimalisir prasangka politik, rasa curiga, saling tidak percaya dan kekhawatiran sosial yang berkembang di masyarakat terutama di era reformasi saat itu yang secara sangat terbuka diekspresikannya.
Beliau sadar betul bahwa masyarakat Sumut cukup majemuk dan heterogen. Oleh sebab itu dalam setiap mengambil kebijakan, baik di bidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat, dalam kepemimpinannya beliau sedapat mungkin mengakomodir kemajemukan dimaksud, yang diupayakan menggambarkan konfigurasi etnik maupun Agama. ***