>> imbc, medan
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut akan menggelar sensus penduduk ke masyarakat yang ada di setiap pelosok Propinsi Sumatera Utara, mulai tanggal 1 sampai 30 Mei 201. Karenanya masyarakat diminta pro-aktif terhadap cacah jiwa ini, agar hasilnya diketahui dan digunakan secara luas dalam pembangunan di masa depan.
Pesan itu disampaikan oleh Gubsu Syamsul Arifin melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Sumut, Eddy Syofian, usai menggelar rapat koordinasi bersama membahas pelaksanaan cacah jiwa itu bersama Kepala BPS Sumut Drs Alimudin Sidabalok MBA, Asisten I Pempropsu Hasiholan Silaen, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maratua Simanjuntak, Selasa (2/3).
"Cacah jiwa ini dilakukan untuk mengetahui dan mendapatkan data kependudukan guna kepentingan pembangunan bangsa ini sepuluh tahun ke depan," ujar Eddy. Pempropsu akan mem-back-up sensus itu, karena disadari pentingnya hasil sensus untuk mengetahui bagaimana persisnya Sumut bisa dibangun untuk sepuluh tahun ke depan.
"Kan dari cacah ini bisa diketahui jumlah penduduk, potensi angkatan kerja, berapa jumlah masyarakat yang melek huruf, yang menggunakan sanitasi yang baik. Atau bahkan berapa masyarakat yang sudah bisa mengakses teknologi internet, dan sebagainya," kata Eddy.
Ia menyebutkan ada 2.980.344 rumahtangga dari 13.014.317 penduduk di Sumut yang perlu didatangi oleh 30.000 tenaga pencacah. Ia menyadari jumlah tenaga pencacah yang disediakan tidak mencukupi untuk pencacahan itu.
Karena itu kemungkinan besar tenaga pencacah akan dibantu sepenuhnya oleh tenaga-tenaga di setiap kelurahan di Sumut. Ia menyebutkan, ada 5.942 desa dan kelurahan serta 417 kecamatan di Sumut yang menjadi sasaran pencacahan.
"Pak Gubernur meminta agar jangan ada satupun rumahtangga yang tidak terdata dalam pencacahan ini. Pak Gubernur meyakini besarnya arti pencacahan jiwa ini bagi pemetaan pembangunan Sumut ke depan," tegas Eddy. ***