>> imbc, tebingtinggi
Gubsu H Syamsul Arifin SE mengingatkan pemuka adat dan tokoh masyarakat, agar mewaspadai dan mengantisipasi secara dini kemungkinan mencuatnya sentiman lokal bersifat etnis atau etnosentris yang mengarah kepada unsur-unsur primordialisme menjelang Pilkada di sejumlah kabupaten dan kota tahun ini.
"Sentimen lokal perlu kita sikapi secara arif, sehingga tidak mengarah kepada nasionalisme lokal dalam arti sempit, apalagi menuju etno-sentris," ujarnya dalam sambutan tertulis dibacakan Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian Purba MAP pada Pengukuhan Pengurus Lembaga Pemangku Adat Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Tebingtinggi, Sabtu (6/3) malam di Lapangan Merdeka Tebingtinggi.
Dihadapan Presidium PMS Parlindungan Purba yang juga anggota DPD-RI, Walikota Tebingtinggi Ir H A Hafiz Hasibuan dan kepengurusan PMS Tebingtinggi yang diketuai Ir Mulianseng Saragih SH beserta para tokoh adat dan budaya setempat, Gubsu juga mengingatkan secara kebetulan beberapa daerah etnis di Sumut sama dan sebangun dengan batas geografisnya sehingga harus disikapi secara arif.
Menghadapi Pilkada, termasuk di Kota Tebingtinggi yang segera berlangsung, hendaklah mengedepankan persatuan dan kesatuan dan jangan terpancing kepada hal-hal bersifat primordialisme atau etnosentris dalam arti sempit, melainkan menggunakan hati nurani secara baik berdasarkan faktor-faktor objektif dan rasional.
Dikemukakan hal ini patut dihayati para pemangku kerukunan etnis di Sumut termasuk para tokoh dan pemuka adat yang berada dalam Partuha Maujana Simalungun mengingat denyut kemasyarakatan dewasa ini memang sudah diwarnai berbagai wacana Pilkada.
"Saya yakin betul bahwa pemuka adat mampu memberikan penyadaran kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya secara benar berdasarkan orientasi, visi dan program, sekaligus membentuk pola pikir objektif dan rasional masyarakat, agar tidak terjebak dalam jargon-jargon yang dapat mengusik unsur-unsur SARA," ujarnya pada acara yang diisi pagelaran seni dan budaya Simalungun tersebut.
Gubsu mengemukakan keberadaan Partuha Maujana Simalungun selama ini cukup strategis dalam menunjang keutuhan harmonisasi masyarakat, yang muaranya menopang iklim kondusif yang telah terbina cukup baik dewasa ini. Partuha Maujana Simalungun telah mampu membangun karakteristik masyarakat yang heterogen ini, sehingga keragaman tersebut disadari menjadi potensi untuk mengembangkan kebersamaan dan kerukunan.
"Sikap kebersamaan dan toleransi yang tinggi inilah yang membuat potensi konflik dapat kita hindari, karena kita mengakui, bahwa perbedaan itu adalah merupakan kekayaan, dan dari perbedaan itu pula lah, kita kembangkan harmonisasi dan keadilan di tengah-tengah warga Sumut," ujarnya.
Walikota Tebingtinggi Ir H A Hafiz Hasibuan juga mengharapkan peran serta semua komponen strategis dan pemuka adat maupun budaya agar memberikan pemahaman lebih baik kepada masyarakat untuk menjaga keutuhan kerukunan dan harmonisasi dalam menyikapi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tebingtinggi dalam waktu dekat.
Anggota DPD RI Parlindungan Purba sejuga sependapat dan mengemukakan pranata pembangunan kebudayaan perlu dipahami benar oleh berbagai etnik di Sumut, diantaranya ciri-ciri khas yang mengandung sikap budaya positif, seperti suka bekerja keras, tekun, toleransi, suka bergotong-royong, tolong menolong, dan patuh menghargai para tetua adat. ***