Dilarang Oknum Pemko Medan Berpidato

Tim Pemenangan “Mari” Protes Keras

Dilarang Oknum Pemko Medan Berpidato

>> imbc, medan
          Tim Pemenangan Balon Walikota/Wakil Walikota Medan Maulana Pohan dan Ahmad Arief (MARI) protes keras terhadap sikap arogansi oknum Pemko Medan yang melarang Maulana berpidato di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu malam (6/3).
"Padahal Bakal Calon Walikota Medan Maulana Pohan didaulat untuk menyampaikan pidato pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut," kata Ketua Tim Pemenangan pasangan MARI H Fadly Nurzal SAg didampingi Wakil Ketua Tim Pemenangan MARI Ir H Ahmad Parindungan, H Isfan F Fachruddin SE MSP dan Sekretaris Tim Pemenangan MARI Drs Aripai Tambunan MM kepada wartawan di Posko Pemenangan Pasangan MARI, Jalan Mayjen Suprapto Medan, Minggu (7/3).
Sesunggungnya, ungkap Fadly Nurzal dan Isfan, kejadian seperti ini bukan yang pertama terjadi, melainkan sebelumnya spanduk pasangan MARI juga pernah diturunkan oleh oknum kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun dalam acara peringatan Maulid, yang pada akhirnya oknum lurah tersebut bertengkar dengan panitia Maulid, karena panitia tidak mau menurunkan spanduk pasangan MARI.
"Apa yang pernah kita khawatirkan sebelumnya, soal keberpihakan aparatur Pemko Medan, menjadi kenyataan dan ini jelas-jelas adalah prilaku aparatur yang sangat memalukan," ujar Fadly.
Apalagi, papar Fadly dan Ahmad Parlindungan, kehadiran Maulana maupun Arif diberbagai kegiatan masyarakat adalah diminta masyarakat itu sendiri, karena menurut masyarakat, Maulana dan Arif adalah tokoh yang bersih, berpengalaman serta bersahaja dan profil seperti ini dibutuhkan dalam rangka membangun Kota Medan.
Dengan kejadian seperti ini, kata Fadly dan Aripai Tambunan, jelas bahwa ada pihak yang khawatir kalau Kota Medan dipimpin oleh tokoh bersih seperti pasangan MARI sehingga mereka kebakaran jenggot.
"Dan itu berarti pihak tersebut punya maksud-maksud tertentu yang tidak baik terhadap Kota Medan," kata Fadly Nurzal, Isfan F Facrudin, Ahmad Parlindungan dan Aripai Tambunan.
Kejadian-kejadian tersebut, tegas Fadly, akan kita tindaklanjuti dan persoalkan sehingga akan terbuka secara jelas, mana emas mana loyang, apalagi sesugguhnya mereka-mereka yang bermain dalam hal ini ibarat bersembunyi dibalik sehelai lalang, terbukti prilaku oknum lurah tersebut informasinya diduga atas perintah Plt Sekda Kota Medan.
Atribut Dicopot
Kejadian sebelumnya, ungkap Fadly dan Isfan, atribut-atribut MARI, baik yang dipasang oleh Tim MARI maupun yang dipasang langsung oleh masyarakat, banyak yang dicopot ditengah malam.
Seperti, sebut Fadly, di kawasan Medan Kota, Medan Belawan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Maimun, Medan Amplas, Medan Timur, Medan Petisah dan Medan Barat.
Ditambahkan Ahmad Parlindungan dan Aripai, saat sekarang ini keseluruhan pasangan calon walikota dan calon wakil walikota belum mendapatkan aturan tentang tata cara dan pengaturan pelaksanaan kampanye.
Artinya, sebut Ahmad Parlindungan, para pasangan calon walikota dan calon walikota masih dalam tahap sosialisasi. ***