Pasca Penyerangan Oknum TNI Kompi Kala Cakti 126 Labuhanbatu

Wakapoldasu Kunjungi Mapolres Labuhanbatu

Pasca Penyerangan Oknum TNI Kompi Kala Cakti 126 Labuhanbatu

>> zai, rantauprapat
         Pasca penyerangan sejumlah 36 orang oknum TNI dari Satuan Kompi Kala Cakti 126 Labuhanbatu ke Mapolres Labuhanbatu,dan Kantor Poslantas,serta Pos Jaga Rumah Dinas Kapolres Labuhanbatu,Minggu malam (7/3) lalu,Wakapoldasu,Brigjen Pol Drs. Syafrudin mengunjungi Mapolres Labuhanbatu,Selasa (9/3).
Pada kesempatan itu Wakapoldasu menegaskan,personil kepolisian jangan sombong dan cari masalah. Personil polisi harus lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,selain bertugas sebagai aparat penegak hukum,polisi juga harus dicintai rakyat. Aparat kepolisian jangan sombong,karena asalnya juga dari rakyat,dan akan kembali ke tengah-tengah masyarakat. "Jangan hanya untuk menangkap seorang pencuri ayam saja,polisi harus menggunakan senjata,dan melakukan kekerasan,itu tidak betul,"ujar Wakapoldasu.
Selanjutnya Wakapoldasu juga menekankan kepada polisi lalu lintas dalam mejalankan tugasnya,jangan sampai mengundang kemarahan masyarakat seperti melakukan razia pada pagi hari disaat anak-anak pergi sekolah,dan pegawai negeri pergi ke kantor. "Satlantas juga dilarang melakukan razia pada sore hari disaat jam pulang kantor,karena itu sama saja mencai masalah,"katanya.
Usai menyampaikan arahan,Wakapoladsu,Brigjen Pol Drs.Syafrudin ketika dikonfirmasi terkait pasca penyerangan sejumlah puluhan oknum TNI itu kepada wartawan mengatakan,masalah itu sudah diselesaikan Panglima TNI Bukit Barisan. "Masalah itu sudah selesai,termasuk proses hukumnya,"ucap Wakapoldasu.
Namun dikatakannya,semakin hari kridibilitas institusi polri semakin diuji,dengan penuh rintangan dalam rangka penegakan supremasi hukum sebagaimana amanat reformas. "Oleh karena itu Polres Kabupaten Labuhanbatu harus melakukan tindakan tegas terhadap semua bentuk pelaku judi toto gelap (togel) dengan tanpa pandang bulu,"tandas Wakapoldasu.***