Dibangun dengan Dana Miliaran Rupiah

Lokasi TWI di Dairi Kini Memprihatinkan

Dibangun dengan Dana Miliaran Rupiah
richard lingga1.jpg

>>nida, medan
    Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan (Dapem) X (Karo, Dairi dan Pakpak Bharat) Richard Eddy M Lingga SE mengkhawatirkan kondisi Taman Wisata Iman (TWI) di Kabupaten Dairi.
   Pasalnya, TWI yang dibangun dengan dana ratusan miliar rupiah ini terancam menjadi sia-sia akibat tidak becusnya pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dairi dalam mengelola lokasi tersebut.
   Kekhawatiran ini diungkapkan Richard, Kamis (25/3) menanggapi kondisi TWI di Kabupaten Dairi yang semrawut dan kumuh.
   Richard menilai, pengelolaan TWI selama ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, bahkan keberadaan taman wisata iman itu akhir-akhir ini kurang dikelola dengan baik, keadaanya semraut, sampah berserakan dimana-mana sehingga terkesan kumuh dan penataan bangunan kurang sesuai fungsinya, juga pelayanan terhadap pengunjung tidak memuaskan.
    Padahal, ungkap Wakil Sekretaris FP Golkar itu, anggaran untuk membangun TWI Dairi telah menghabiskan dana ratusan milyar rupiah yang bersumber dari APBD Sumut, APBD Dairi dan APBN, juga berbagai sumbangan dari pihak perusahaan dan perorangan yang jumlahnya tidak sedikit. Tapi tidak dikelola dengan baik dan dibiarkan, sehingga kondisinya tidak nyaman.
   "Sepantasnya Kadisparbud Dairi yang bertanggung jawab, karena tidak mampu mengelolanya dengan baik, sebaiknya segera mundur dari jabatannya atau dimundurkan," tegas Richard.
Menurut Richard, TWI Dairi merupakan kebanggaan masyarakat Dairi perlu diselamatkan, karena disamping dapat menambah PAD juga menjadi lokasi tujuan wisata dan dijadikan sebagai tempat wisata meningkatkan kualitas iman baik umat Kristiani, Islam, Budha dan Hindu.
   Karena itu, ungkap Richard lagi, sepantasnya TWI Dairi segera diselamatkan, agar dana yang telah dialokasikan ratusan milyar rupiah tidak menjadi sia-sia, sebab keberadaan TWI sangat strategis dan unsur pariwisatanya mengandung aspek religius demi penguatan kualitas iman generasi muda bangsa.
   Terpenting perlu diperhatikan, tambahnya lagi, kualitas pelayanan para pemandu wisata di TWI, selain bisa menunjukkan keramahan dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, karena hal itu yang belum terlihat di TWI. ***