>> imbc, medan
Gubsu H Syamsul Arifin mengajak para mahasiswa asal Sumut sekitar 400 orang yang saat ini menuntut ilmu di Mesir agar pulang ke Sumut setelah menyelesaikan pendidikannya guna mengabdikan ilmu bagi pengembangan syiar Islam demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat hingga ke pedesaan.
"Hal ini merupakan manifestasi dari visi pertama Bapak Gubsu yaitu rakyat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mengembangkan visi rakyat tidak bodoh dan rakyat punya masa depan," ujar Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP selaku utusan Gubsu saat dialog dengan seratusan mahasiswa asal Sumut di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Medan Republik Rakyat Mesir di Blok 178/11 District Nasir City Cairo, Jumat (2/7) malam.
Kepada wartawan sekembali dari Mesir, Senin (5/7), Eddy Syofian yang pada dialog tersebut bersama Kapala Bappedasu Ir H Riadil A Lubis dan Kadis Perkebunan Ir H Asfan Sofyan dihadiri Atase Pendidikan KBRI Prof DR Sangidu MHum mewakili Dubes RI untuk Mesir menyampaikan komitmen Gubsu untuk mendayagunakan alumni Al Azhar yang dinilai mempunyai kemampuan intelektual keagamaan yang baik, yang militansinya diharapkan memberikan pencerahan bagi generasi muda Islam hingga pedesaan.
Sebelumnya Ketua Dewan Pengurus Himpunan Mahasiswa Medan Rendi Fitra Yana saat membuka dialog menyatakan dukungan tinggi atas niat Gubsu mendirikan asrama mahasiswa Sumut di Mesir dengan catatan mahasiswa yang tinggal di situ nantinya 65 persen asal Sumut.
Dia juga meminta Pemprovsu membantu beasiswa bagi yang berprestasi dan membantu kegiatan organisasi kemahasiswaan asal Sumut di Mesir. "Kami berharap agar komunikasi melalui media online tentang perkembangan Sumut dapat dilakukan intensif antara Pemprovsu dengan mahasiswa di Mesir dan kami siap membantu program-program Gubsu," tegasnya seraya meminta agar pemerintah RI melakukan kesetaraan terhadap akreditasi kesarjanaan mereka dan Pemda dalam penerimaaan CPNS mengalokasikan formasi kepada alumni Al Azhar.
Dia juga menjelaskan banyak potensi mahasiswa asal Sumut yang prestasi akademiknya baik termasuk yang telah menjadi tutor internasional dalam bidang keilmuan warisan. Namun keterbatasan dana untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 dan S3 menjadi salah satu hambatan mereka selama ini, bahkan tidak dipungkiri ada juga beberapa mahasiswa yang tidak kembali ke tanah air dan bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan karena telah berkeluarga.
Pada dialog ini Kadis Kominfo memaparkan Sumut terus berbenah dan komit meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) termasuk di bidang keagamaan. Oleh karenanya mahasiswa yang sedang belajar di Al Azhar, saat kembali ke tanah air, misalnya ketika berlibur, hendaklah mengabdikan ilmu di daerah asalnya.
Pemprovsu juga telah membangun Taman Bacaan Al Qur'an di 10 kabupaten dan kota dan akan terus dikembangkan dalam rangka menghindarkan generasi muda Islam jangan sampai buta Al Qur'an dan juga mengembangkan generasi muda Islam agar lebih banyak memiliki kemampuan Hafiz Al Qur'an.
"Bahkan kita juga prihatin saat ini ada kecenderungan menunrunnya jumlah Ulama kharismatik dan berilmu apalagi yang mau turun ke daerah sementara pengaruh globalisasi dan teknologi informasi cukup deras hingga ke pedesaan. Tantangan inilah yang harus direspon oleh mahasiswa asal Sumut di Al Azhar yang menurut penilaian Gubsu mereka memiliki ilmu yang tinggi dan mumpuni, belum terbias kepada kegiatan-kegiatan politik praktis," ujarnya.
Lebih lanjut Pemprovsu berupaya agar kabupaten dan kota ikut terlibat dalam penerimaan mahasiswa, mulai dari proses pengiriman sampai penyelesaian studi bahkan sangat memungkinkan kabupaten dan kota memberikan beasiswa bagi mahasiswa Al Azhar baik jenjang S1, S2 dan S3, sehingga mahasiswa itu dapat didayagunakan setelah selesai studi. Sistem administrasi ini sangat penting diketahui agar dapat dipantau perkembangan prestasi akademiknya.
Dalam dialog yang dirangkai penampilan tarian Melayu oleh mahasiswa Al Azhar ini mahasiswa juga mempertanyakan berbagai isu tentang Sumut yang dijawab secara gamblang oleh Kadis Kominfo antara lain isu KKN, pembalakan hutan, penerimaan CPNS, masalah Islamic Centre, kurikulum pendidikan Pesantren, Register 40, dakwah di pedesaan hingga dukungan dana APBD untuk mahasiswa Al Azhar.
Dalam dialog ini disepakati akan dibuka komunikasi termasuk melalui jalur online sehingga para mahasiswa memperoleh informasi yang lebih jelas dan detail tentang berbagai hal yang mereka perlukan serta diminta kepada mahasiswa asal Sumut agar sepakat membentuk satu organisasi kemahasiswaan atas nama Sumut, tidak per kabupaten dan kota seperti yang ada saat ini.
Mereka juga akan mengirimkan tulisan ke Sumut seperti bahan Khutbah Jumat maupun bahan ilmu Agama yang bersifat praktis yang diharapkan mereka dapat diterbitkan oleh Pemprovsu guna disebarluaskan sampai ke pedesaan.
Tentang keberadaan Sekretariat HMM yang berdiri tahun 1996 memiliki visi "Berprestasi, Harmoni dan Bermartabat" berada pada gedung satu lantai dua kamar dan satu ruang pertemuan, dibeli atas bantuan Gubsu H T Rizal Nurdin (Alm) pada awal 2004 dan diresmikan pada November 2005 oleh Dubes RI di Mesir yang saat itu Prof DR Bachtiar Ali. Para mahasiswa asal Sumut rata-rata menyelesaikan studi S1 selama 4 tahun. ***