>> imbc, medan
Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2010 diprediksi mengalami surplus beras hingga 307.010 ton, ujar Wakil Gubernur Sumut H. Gatot Pujo Nugroho, pada rapat paripurna DPRD Sumut dipimpin ketuanya H. Saleh Bangun di Medan, (15/7) Kamis.
"Dengan surplus sebesar itu masyarakat Sumut akan dapat memenuhi ketersediaan pangan dan terhindar dari kelaparan," katanya.
Hal itu dikemukakannya dalam nota jawaban gubernur terhadap pemandangan umum Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan pada rapat paripurna 12 Juli 2010.
Fraksi itu mempertanyakan visi-misi "rakyat tidak lapar" yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, apakah jumlah rakyat yang kelaparan bertambah atau berkurang selama tahun 2009.
Gatot Pujo Nugroho menyebutkan, produksi padi Sumut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Pada tahun 2008, produksi beras Sumut tercatat mencapai 3,341 juta ton yang jika dikonversi dengan beras sebesar 1,904 juta ton. Sementara produksi padi tahun 2009 tercatat sebesar 3,528 juta ton atau setara 2,011 juta ton beras.
Kebutuhan beras Sumut selama tahun 2008 tercatat hanya sebesar 1,734 juta ton dan tahun 2009 sebesar 1,756 juta ton, sehingga surplus beras tahun 2008 mencapai 148.130 ton dan tahun 2009 sebesar 254.780 ton.
Sementara itu, produksi padi Sumut tahun 2010 diprediksi sebesar 3,643 juta ton dengan kebutuhan beras sekitar 2,077 juta ton, sehingga surplus beras tahun 2010 diperkirakan mencapai 307.010 ton. "Dengan demikian, tahun ini kita juga akan bisa mempertahankan swasembada beras," katanya.
Untuk semakin mewujudkan visi-misi "rakyat tidak lapar", menurut Gatot Pujo Nugroho, Pemerintah Provinsi Sumut terus meningkatkan pembangunan bidang pertanian, antara lain melalui upaya meningkatkan teknologi dan sistem mekanisasi pertanian. ***