Kunker ke Cina, Komisi B DPRDSU Mau Jadi Agen Panda

>>imbc, medan

Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) berpendapat, rencana kunjungan kerja Komisi B DPRD Sumut ke Beijing 27 - 4 Agustus tidak memberi nyata kepada masyarakat.

"Kalau mereka berani kenapa nggak ke Jalur Gaza, yang diduduki Israel aja membantu para pengungsi Palestina yang kekurangan bahan pangan," kata Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik kepada pers di Medan, Jumat (23/7).

Kunjungan itu, sebut Sinik, mencerminkan bahwa para wakil rakyat itu hanya melampiaskan rasa ingin tahunya ketimbang memikirkan masalah yang dihadapi rakyatnya sendiri.

Berdasarkan pengamatan LIPPSU, lawatan yang dilakukan wakil rakyat itu di kabupaten/kota di Sumut yang anggarannya bersumber dari APBD tidak memberi kelegaan pada masyarakat. "Malah terdengar berita bahwa salahsatu tim menerima uang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Langkat, karena takut boroknya terbongkar," papar Sinik.

Nah di mata rakyatnya sendiri, lawatan itu terkesan disangsikan, apalagi di luar negeri. "Pengalaman luar negeri Komisi B DPRD Sumut masih nihil. Hampir seluruh anggota komisi dipimpin Layari Sinukaban, kecuali ada satu anggotanya yang kebetulan lahir di Washington, AS, itu tidak memiliki pengalaman di mancanegara, apalagi dalam lobi-melobi investor asing di negara asing. Kita khawatir, mereka cuma melongo dan angguk-angguk kepala saja di negeri berjulukan Tirai Bambu itu," katanya.

Tidak Ada Kepastian Hukum

Di China, para investor asing rata-rata sudah tahu, jaminan berusaha di Sumut belum menggembirakan, karena tidak ada kepastian hukum. Lihat saja, sejumlah perusahaan asing, termasuk di Kawasan Industri Medan (KIM) yang menanamkan modalnya di sini, sudah bersiap hengkang ke Vietnam dan negara Asia lainnya," terang Sinik.

Dengan kondisi yang ada di Sumut, Sinik mempertanyakan "Kalau begitu apa yang dicari di China. Mau jadi agen Panda (binatang favorit China ) atau produk murah China ," urai Sinik.

Soal kemajuan China, Sinik memang sangat kagum karena negeri ini mau menjalin kerja sama dalam bidang apa saja dan mau memberikan bantuan atau menanamkan modalnya di Negara lain. Tetapi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Sumut.

"Saya ingat waktu di Makasar, Sulawesi Selatan, saya dengar sendiri salah staf Kadis Pariwisata Jawa Timur yang bicara dengan saya di sebuah hotel bahwa ada pertemuan Asosiasi Wisata Indonesia - Korea yang digelar di China. Ada tiga utusan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut hadir dalam pertemuan Juni 2009," katanya.

Cilakanya, utusan Sumut tidak tahu sama sekali kalau ada 1.000 turis China-Korea mau berkunjung ke Medan . "Yang mempromosikannya justru asosiasi tersebut," ujarnya.

Belajar dari kelemahan dan kekurangan, Azhari AM Sinik meminta jika masih mungkin, kunjungan Komisi B DPRD Sumut dibatalkan saja, karena khawatir tidak memberikan manfaaat apa-apa. Uang yang mereka gunakan uang rakyat. Jadi kalau nggak ada manfaatnya, kecuali jalan-jalan, sebaliknya diurungkan saja," katanya. ***