>>zainul, rantauprapat
Adanya surat edaran yang dikeluarkan Menpan terkait pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS membawa angin segar para tenaga honor yang telah bekerja tahunan dilingkungan Pemkab Labuhanbatu. Namun dibalik kebahagian itu, banyak cerita duka yang tertinggal.
Salah seorang tenaga honorer, Umar, rela mengeluarkan uang sampai sekitar Rp1,5juta hanya untuk melengkapi data berupa foto copi berkas sebanyak 4 rangkap yang diminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Uang untuk membayar foto kopinya saja sudah sejuta lebih bang," katanya Rabu (28/7) di gedung dewan.
Masih menurut Umar, berkas itu berupa daftar hadir dari tahun 2005 sampai tahun 2010, dan diserahkan ke BKD. "Padahal tahun kemarin tak seperti itu. Tapi mau apa lagi terpaksalah menghutang ke secretariat. Tak ada uang gaji aja aku aja cuma lapan ratus ribu," terang supir di sekretrariat dewan itu sedih.
Melihat fenonema yang berkembang di masa penerimaan CPNS itu, Sekretariat BKD Lidia Wati Harahap ketika dikonfirmasi tentang foto copi data yang banyak itu, menjelaskan, bahwa sesuai surat Menpan dan diteruskan surat edaran dari Sekda, masalah data yang diminta memang rangkap 4. "Kita hanya melaksanakan sesuai dengan surat edaran dari Sekda," katanya.
Disinggung tentang berapa besar pagu anggaran dalam kegiatan penerimaan CPNS ini, Wati tak memungkiri kalau dana itu belum dianggarkan saat ini. Namun pelaksanaan kegiatan harus di lakukan. "Artinya anggaran belum ada tapi harus di laksanakan juga karena inikan sifatnya kegiatan umum anggaran belum ada dan akan diusulkan. Tapi yah harus dilaksanakan juga," katanya. ***